TEKNIK PRODUKSI Sumur Sembur Alam (Natural Flowing Well)


TAHAPAN PRODUKSI
Dua cara memproduksikan fluida ke permukaan:
uTahapan Sembur Alam (Natural Flowing)
uTahapan Sembur Buatan (Artificial Lift)

  * Gas Lift      * Pompa Sucker Rod      * Electric Submergible Pump
Sembur Alam
   Sembur Alam ?
Produksi sumur minyak dan gas bumi secara alami tanpa bantuan peralatan-peralatan buatan, dimana tekanan reservoir cukup besar sehingga mampu mengangkat fluida dari reservoir ke permukaan.




Tekanan reservoir merupakan  sumber  tenaga  bagi  fluida  reservoir  untuk dapat  mengalir  secara  alamiahmampu  mengatasi  hambatan  yang  dilaluinya, mulai dari reservoir sampai separator (Pr  - Pwf    -    Pt    -     Pfl    -      Psep)



Suatu sumur migas dikatakan dapat mengalir secara alamiah apabila :
uTenaga dorong dari reservoir cukup besar
uMampu mengatasi semua hambatan yang dilaluinya
uTekanan reservoir merupakan tenaga bagi fluida reservoir untuk dapat mengalirkan dari reservoir sampai tanki penampung.
uMetoda sembur alam adalah metoda yang paling murah dan efisien dibanding dengan cara-cara metoda produksi lainnya.
uAkan tetapi dengan berlangsungnya proses produksi, maka tekanan reservoir makin lama akan semakin berkurang dan pada suatu saat tekanan reservoir tersebut tidak mampu lagi mengangkat fluida sampai kepermukaan, sehingga sumur sampai pada periode tidak mengalir lagi.
uSembur alam terjadi ketika tekanan reservoar cukup besar, sehingga mampu mendorong fluida reservoar sampai ke permukaan.
uSumur sembur-alam dapat diproduksikan dengan atau tanpajepitan” (choke/ bean) di permukaan.uFungsi Jepitan menentukan besarnya laju produksi suatu sumur dan akibat perubahan diameter bean akan berpengaruh terhadap besar kecilnya tekanan alir dasr sumur (Pwf) dan tekanan tubing (Pt)

uSebagian besar sumur sembur-alam menggunakan choke di permukaan dengan alasan, antara lain :
v  Sebagai pengaman
v  Untuk mempertahankan produksi, sebesar yang           diinginkan
v  Mempertahankan batas atas laju produksi, untuk       mencegah masuknya pasir.
v  Untuk memproduksikan reservoar pada laju yang        paling efisien
v  Untuk mencegah water atau gas coning


Kelakuan Aliran Fluida
uAliran Fluida dari Formasi Produktif ke Dasar Sumur
Fluida   yang   mengalir   dari   formasi   produktif   ke lubang   sumur dipengaruhi oleh:
1)  Sifat fisik fluida 
2)  Sifat fisik batuan
3)  Geometri dari sumur dan daerah pengurasan 
4)  Jenis tenaga pendorong reservoir

uVertical Lift Performance
Vertical Lift performance adalah analisa fluida dari dasar sumur ke permukaan melalui pipa tegak (tubing), dimana pada aliran melalui tubing ini terjadi kehilangan tekanan (pressure loss) paling besar
Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran fluida dari dasar sumur sampai ke permukaan antara lain: 
a) Gesekan antara fluida formasi dengan diameter dalam tubing.
b) Gradient tekanan fluida 
c) Banyaknya gas yang terlarut dalam cairan 

KEHILANGAN TEKANAN PADA PIPA TEGAK














KEHILANGAN TEKANAN PADA PIPA DATAR


u Bean Performance
Bean performance adalah analisa mengenai kehilangan tekanan pada aliran fluida melalui pipa yang diameternya diperkecil pada suatu tempat, dan akan meluas kembali seperti semul setelah melewati bean.
Fungsi bean/jepitan adalah untuk menentukan besarnya laju produksi suatu sumur (BPD) dan akibat perubahan diameter bean akan berpengaruh terhadap besar kecilnya tekanan alir dasar sumur (Pwf) dan tekanan tubing (Pt). 
Efek samping dari perubahan diameter choke adalah:
a)  Perubahan tekanan alir dasar sumur
b)  Perubahan tekanan tubing

Choke dibagi dalam 2 (dua) macam :
1. Positive Choke
uPositive choke dibuat dari besi baja pejal, dimana bagian dalamnya terdapat lubang (orifice) dengan diameter tertentu untuk mengalirkan fluida ke separator. Ukuran choke dinyatakan per 64” (/64”)
uBila sumur migas menggunakan single wing, maka untuk mengganti choke sumur harus ditutup (shut-in), apabial sumur migas menggunakan double wing, maka arah aliran dapat dirubah.

2. Adjustable Choke.
uAdjustable choke merupakan katup jarum yang mempunyai adjustable seat dan jarum serta dilengkapi dengan skala bukaan.
uDiameter choke dapat diatur sesuai tekanan dan laju aliran
uMerubah besar kecilnya diameter choke dapat dilakukan tanpa membongkar 









Komponen Sistem Produksi



Perforasi

Adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan lapisan semen) sehingga sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. minyak atau gas bumi dapat menglir kedalam sumur melalui lubang perforasi ini




GAMBAR PENAMPANG SUMUR


Well Completion

 adalah  tahapan  operasi  pemboran setelah mencapai target, yaitu formasi produktif. Setelah pemboran mencapai target, maka  sumur  perlu  dipersiapkan  untuk  dikomplesi.  
Tujuan  sumur  dikomplesi  adalah untuk memproduksikan fluida hidrokarbon ke permukaan.
Adapun tahapan dari komplesi sumur meliputi :
uTahap pemasangan serta penyemenan production casing
uTahap perforasi serta pemasangan pipa liner
uTahap penimbaan (swabbing)

METODE WELL COMPLETION

 uOpen-hole completion
  Pada metoda ini, pipa selubung produksi hanya dipasang hingga di atas zona produktif  (zona  produktif  terbuka).  Metoda  komplesi  ini  diterapkan  jika  formasi  produktif kompak.
Beberapa   keuntungan   yang   akan   diperoleh   bila   menggunakan metoda penyelesaian seperti ini adalah:
§    Memeperkecil kemungkinan terjadinya formation                damage
§    Tidak memerlukan biaya tambahan untuk perforasi
§    Interpretasi logging lebih baik, karena zone yang                 terbuka
§    Dapat diproduksikan secara penuh, sepanjang zone               produksi
§    Bila ingin memperdalam sumur akan lebih mudah
§    Dapat    dilakukan    pemasangan    liner    atau                    perforasi, bila  diperlukan

Kelemahan dan model penyelesaian seperti ini adalah:
§    Memerlukan operasi workover yang rutin
§   Sukar  melakukan   pengontrolan   produksi  air  dan  gas  yang berlebihan
§   Tidak dapat melakukan penyeleksian zone yang akan produksi


uLiner Completion
Terdapat dua model penyelesaian menggunakan liner, yaitu:
§  Screen liner completion
§  Perforated liner completion
Casing  diset  sampai  di  atas  zone  produksi, yang kemudian digabungkan  dengan  kombinasi  liner  dan  screen yang tidak disemen diseluruh permukaan zone produksi.
Dengan  menggunakan  metoda  ini  dapat mengurangi  masalah  ikut terproduksinya pasir ke    permukaan.

Kelemahan  penggunaan Metoda ini adalah akan:
§    Menambah biaya penyelesian sumur
§    Memperkecil diameter zone produksi
§    Lebih sulit melakukan penambahan kedalaman sumur.






perforated  liner  adalah  metoda  penyelesaian  sumur dengan   melakukan   pemasangan   liner   dan   disemen  pada   zone produktif   yang   kemudian   dilaksanakan   pelobangan   (perforated) pada zone-zone yang paling produktif.
Keuntungan  metoda  ini  dibandingkan  dengan  metoda  screen  liner adalah    sumur    dapat    diperdalam    lebih    mudah,
Kelemahannya adalah masalah biaya tambahan untuk pemasangan, penyemenan dan pelubangan.

 Perforated Liner Completion



u Perforated Casing Completion
Pada  tipe  komplesi  ini,  casing  produksi  disemen  hingga  zona  produktif, kemudian  dilakukan  perforasi.
Keuntungan yang dimilikinya adalah:
§  Dapat mengontrol produksi gas dan air yang berlebihan
§  Dapat melakukan seleksi terhadap zone-zone yang akan distimulasi
§   Dapat melaksanakan produksi dengan metoda multiple string
§   Mudah memperdalam sumur bila diperlukan.  
Kerugian dari metoda ini adalah :
Ø  Diperlukan biaya untuk perforasi
Ø  Kerusakan (damage) akibat perforasi 

 Perforated
Casing Completion






u Single Completion
Single  completion  dengan  packer  dipasang  dengan  menurunkan packer  yang  dipasang  pada  bagian  akhir  dan  tubing  ke  dalam lubang  yang  dicasing.  Packer  beserta  tubing  dipasang  tepat  diatas zone yang akan diproduksi.
Type komplesi ini digunakan bila hanya terdapat zone yang akan diproduksi atau beberapa zone yang akan diproduksi secara bersamaan dengan pertimbangan bahwa masing-masing   fluida   dari   tiap   zone   compatible   (sesuai   atau   cocok) sehingga dapat bergabung satu sama lainnya.




uDual Zone Single Completion
Seperti  halnya  dengan  sistem  komplesi  satu  zone  produksihanya menggunakan  satu  tubing  dan  satu  buah  packer, Dengan menggunakan sistem seperti ini, maka kita dapat  memproduksi  dua  buah  zone  yang  berbeda  hanya  dengan menggunakan   satu   buah   tubing   string.   Zone   bagian   bawah diproduksi  melalui  tubing,  sedangkan  zone  di  atasnyadengan melakukan  perforasi  pada  casing,  diproduksikan  melalui  annulus tubing casing.

uSingle Selective Completion
Pada  kasus  ini  tetap  menggunakan  satu  buah  tubing,  tetapi dengan  tambahan  beberapa  packer.  Dengan  menggunakan  packer kita   dapat   memisahkan   zone-zone   yang   akan   diproduksikan.
qCommingle Completion
Dengan  menggunakan  metoda  ini  maka  sumur  yang  mempunyai lebih    dari  zone produktif  dapat  diproduksikan  melalui satu  production string.



uMultiple Completion

Multiple  completion  seperti  halnya  telah  dijelaskan  sebelumnya, seperti   menggunakan   annulus   antara   tubing   dan   casing   serta selective circulating  valve.  Metoda ini cukup memuaskan dalam hal tertentu, tetapi mempunyai kelemahan yaitu



uTekanan Reservoir : Tekanan fluida didalam pori-pori reservoir, yang berada dalam keadaan setimbang, baik sebelum atau sesudah dilakukan proses produksi.

P = Tekanan (Psi)
F = Gaya yang bekerja pada daerah luas yang bersangkutan (Pound)
A = Luas permukaan yang menerima gaya (inch2)


uTekanan Hidrostatik : Tekanan yang diakibatkan oleh beban fluida yang ada diatasnya.

d = Berat Jenis  (kg/m3)                P = Tekanan (Pa)
g = Percepatan grafitasi (m/s2 )     h = Ketinggian (m)  


uTekanan Overburden : Besarnya Tekanan yang diakibatkan oleh berat seluruh beban yang berada diatas kedalaman tertentu tiap satuan luas.





SIFAT  FISIK BATUAN RESERVOIR
Saturasi adalah pori-pori batuan yang diisi cairan dinyatakan sebagai saturasi cairan, atau perbandingan antara volume cairan dengan volume pori-pori keseluruhan.

JENIS TENAGA PENDORONG
uSolution Gas Drive adalah merupakan mekanisme reservoir dimana sumber tenaga pendorongnya  didapatkan melalui pengembangan minyak oleh sejumlah gas terlarut akibat penurunan tekanan




JENIS TENAGA PENDORONG
uGas Cap Drive adalah sumber energi untuk mekanisme tenaga pendorong reservoir berasal dari pengembangan tudung gas (gas cap) yang mendesak minyak menuju sumur produksi





JENIS TENAGA PENDORONG
uWater Drive adalah sumber energi utama pada reservoir  minyak yaitu adanya kontak dengan sumber air tanah (akuifer) aktif, serta perluasan dari akuifer tersebut sebagaimana terjadinya penurunan tekanan pada reservoir tersebut
Tipe-tipe akuifer yaitu yang berasal dari samping reservoir  (edge water drive) dan yang berasal dari bawah reservoir (bottom water drive).















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEKNIK PRODUKSI Sumur Sembur Alam (Natural Flowing Well)"

Post a Comment